Setelah panen padi, jerami sering menumpuk di sawah dan akhirnya mubazir. Padahal, Anda bisa mengolah jerami menjadi pakan yang berguna bagi sapi, kambing, dan domba. Berikut cara mengolah jerami menjadi pakan yang mudah Anda praktikkan di rumah.
Mengapa Jerami Layak Menjadi Pakan
Jerami melimpah dan murah. Namun, jerami mengandung serat tinggi, sedangkan proteinnya rendah dan sulit ternak cerna. Karena itu, jerami perlu pengolahan supaya ternak menyerap nutrisinya dengan baik. Dengan pengolahan yang benar, jerami menjadi pakan cadangan yang andal saat musim kemarau, ketika rumput langka. Petani juga mengurangi limbah di sawah dan menambah penghasilan dari ternak.
Siapkan Jerami Berkualitas
Pilih jerami yang kering, bersih, dan tidak berjamur. Hindari jerami yang basah atau menghitam karena lembap. Kumpulkan jerami segera setelah panen supaya kualitasnya tidak turun. Bersihkan jerami dari tanah, plastik, dan sampah lain yang membahayakan ternak. Jemur jerami yang agak lembap sampai kering sebelum mengolahnya, sebab kadar air berlebih memicu jamur dan merusak hasil fermentasi. Dengan persiapan sederhana ini, Anda menghemat bahan dan menjaga mutu pakan.
Cacah Jerami hingga Berukuran Kecil
Cacah jerami menjadi potongan 3 sampai 5 sentimeter. Potongan kecil memudahkan ternak mengunyah dan membuat campuran bahan lebih rata. Untuk jumlah banyak, gunakan mesin pencacah rumput multifungsi yang juga mampu mencacah jerami dengan cepat dan seragam. Anda menghemat tenaga, sedangkan ternak mendapat pakan yang lebih halus.
Fermentasi Jerami dengan Probiotik
Fermentasi menjadi metode paling populer untuk jerami. Siapkan 100 kilogram jerami cacahan, larutan probiotik sesuai petunjuk kemasan, satu liter molase, dan air bersih secukupnya. Campurkan larutan, lalu percikkan merata hingga kadar air jerami sekitar 60 persen. Padatkan jerami ke dalam drum atau kantong plastik, lalu tutup rapat. Simpan selama 14 sampai 21 hari. Jerami yang berhasil berbau asam segar dan tidak busuk.
Olah Jerami dengan Urea
Cara lain adalah amoniasi. Larutkan 4 kilogram urea dalam 100 liter air, lalu siramkan ke 100 kilogram jerami. Tutup rapat selama 21 hari. Setelah itu, angin-anginkan jerami satu sampai dua hari supaya bau amonia hilang. Berikan secara bertahap, dan jangan berikan kepada anak sapi yang belum lepas susu.
Campur dengan Bahan Penambah Gizi
Jerami olahan masih kekurangan protein. Campurkan dedak, ampas tahu, atau bungkil kelapa dengan perbandingan 60 persen jerami dan 40 persen bahan penambah. Anda juga bisa menambahkan hijauan segar untuk melengkapi gizi. Baca artikel tentang rumput gajah cocok untuk pakan sapi untuk mengetahui keunggulan hijauan ini.
Cara Memberikan Jerami Olahan
Perkenalkan pakan baru secara bertahap selama satu minggu. Mulailah dari seperempat porsi, lalu naikkan sampai porsi penuh. Sapi dewasa bisa menghabiskan sekitar 5 sampai 8 kilogram jerami olahan per hari, bergantung pada bobot dan campuran pakan lain. Sediakan air minum bersih supaya pencernaan sapi lancar.
Cara Menyimpan Jerami Olahan
Simpan jerami olahan di tempat kering dan teduh, jauh dari hujan. Tutup wadah rapat supaya udara tidak masuk. Jerami fermentasi bisa bertahan tiga sampai enam bulan bila Anda menyimpannya dengan benar. Periksa stok secara rutin dan buang bagian yang berjamur.
Kesimpulan
Mengolah jerami menjadi pakan tidak sulit. Pilih jerami bersih, cacah hingga kecil, fermentasi atau amoniasi, lalu campurkan bahan penambah gizi. Cara ini menghemat biaya pakan dan menjaga ternak tetap sehat sepanjang tahun. Cari mesin pengolah pakan yang tepercaya? Kunjungi Rumah Mesin untuk menemukan peralatan yang cocok bagi usaha ternak Anda.

