Cara Mengeringkan Pakan Setelah Dicetak agar Awet dan Tidak Berjamur

cara mengeringkan pakan setelah dicetak

Pakan yang baru keluar dari mesin cetak masih lembap dan lunak. Jika Anda langsung mengemasnya, jamur cepat tumbuh dan pakan mudah rusak. Oleh karena itu, peternak perlu memahami cara mengeringkan pakan setelah dicetak dengan benar. Berikut langkah-langkah praktis yang bisa Anda terapkan.

Pahami Tujuan Pengeringan

Pengeringan menurunkan kadar air pelet hingga di bawah 12 persen. Dengan demikian, jamur dan bakteri sulit berkembang. Selain itu, pelet menjadi lebih keras, sehingga tidak mudah remuk saat Anda mengemas dan mengangkutnya. Tahap ini sering terlupakan, padahal sangat menentukan mutu pakan.

Dinginkan Pelet Terlebih Dahulu

Pertama, biarkan pelet panas turun suhunya selama 15 sampai 30 menit. Sebab, uap panas yang terperangkap membuat pelet berkeringat dan menggumpal. Sebarkan pelet di atas rak berlubang supaya udara mengalir ke seluruh sisi.

Manfaatkan Sinar Matahari dengan Bijak

Penjemuran cocok untuk usaha kecil karena biayanya murah. Namun, hindari terik matahari langsung, sebab permukaan pelet bisa retak. Sebaiknya, jemur pelet di tempat teduh beratap dengan alas terpal atau anyaman bambu. Selain itu, balik pelet setiap satu jam supaya kering merata.

Gunakan Alat Pengering untuk Hasil Stabil

Cuaca yang tidak menentu sering mengganggu penjemuran. Oleh karena itu, usaha menengah sebaiknya memakai oven pengering atau mesin dryer. Atur suhu antara 60 dan 80 derajat Celsius, lalu keringkan pelet selama 2 sampai 4 jam. Dengan cara ini, hasil pengeringan lebih cepat, bersih, dan konsisten. Selain itu, alat pengering melindungi pelet dari hujan dan debu.

Atur Ketebalan Tumpukan Pelet

Tumpukan yang terlalu tebal menahan udara lembap di bagian bawah. Karena itu, sebarkan pelet setebal 2 sampai 3 sentimeter saja. Selanjutnya, aduk atau balik pelet secara berkala. Dengan begitu, seluruh pelet menerima aliran udara yang sama.

Pastikan Pelet Cukup Kering

Setelah itu, uji kekeringan pelet. Misalnya, patahkan satu butir pelet: pelet kering patah dengan bunyi nyaring dan bagian dalamnya tidak lembap. Selain itu, Anda bisa memakai alat ukur kadar air agar hasilnya lebih akurat. Jika masih lembap, lanjutkan pengeringan beberapa menit lagi.

Mulai dari Proses Pencetakan yang Tepat

Kualitas pengeringan juga bergantung pada hasil cetakan. Misalnya, adonan yang terlalu basah membuat pelet sulit kering. Oleh sebab itu, gunakan mesin pembuat pelet yang stabil agar pelet padat dan kadar airnya terkendali sejak awal.

Simpan Pelet Setelah Kering Sempurna

Terakhir, dinginkan pelet kering sampai suhu ruang sebelum mengemasnya. Selanjutnya, masukkan pelet ke karung berlapis plastik dan letakkan di atas palet kayu. Selain itu, pilih ruangan sejuk dengan ventilasi baik. Dengan demikian, pelet tetap awet selama berbulan-bulan.

Hindari Kesalahan Saat Mengeringkan

Banyak peternak mengemas pelet saat masih hangat. Selain itu, ada yang menjemur pelet di atas tanah tanpa alas. Akibatnya, pelet menyerap lembap dan berjamur. Oleh karena itu, selalu gunakan alas bersih dan periksa cuaca sebelum menjemur.

Tips Mempercepat Pengeringan

Pertama, pastikan ukuran pelet seragam, sebab pelet kecil mengering lebih cepat daripada pelet besar. Kedua, gunakan kipas untuk menambah sirkulasi udara. Ketiga, keringkan pelet pada pagi sampai siang hari saat kelembapan udara rendah. Dengan demikian, Anda menghemat waktu dan biaya energi.

Kesimpulan

Singkatnya, cara mengeringkan pakan setelah dicetak meliputi pendinginan, pengeringan merata, pengujian kadar air, dan penyimpanan yang tepat. Oleh karena itu, terapkan setiap langkah dengan disiplin agar pakan awet dan bernilai jual tinggi. Terakhir, kunjungi Rumah Mesin untuk menemukan peralatan produksi pakan yang sesuai kebutuhan Anda.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *